Ini kejadian yg seumur hidup ga bakal kita lupakan, dan semoga YQ kelak dapat membaca ceritanya..
Kita sampai di Hong Kong tanggal 1 April, rencana tanggal 5 kita ke Macau, dan 6 malemnya pulang balik ke Guangzhou. Malam terakhir, tanggal 4 YQ abis bangun tidur siang,,mendadak sumer, kebetulan malemnya ada janjian makan, karena panasnya masi 37,5 C jadi cuman aku kasi minum CFS aja, karena biasanya minum obat itu uda mempan. tengah malem panasnya naik jadi 39 C dan nyampe ke 40 C, akirnya subuh kita bawa ke UGD Government Hospital,dipriksa dan dikasi obat penurun panas. Besokkannya panasnya agak turun, tapi malemnya naik lagi sampe ke 40 C, akirnya jam 5 pagi kita ke Adventist Hospital, tempat YQ dilahirin dulu. Masuk UGD dan akirnya dokternya suggest untuk ngamar. Besokkannya waktu dokter nya visit, ketauan kalo ada bintik kecil di punggung, dokternya bilang ini chicken pox, dan kita diharapkan untuk keluar rs, karena takut nularin ke pasien anak anak yg laen. dikasi obat, dan besokannya disuru dateng kontrol lagi.
Siangnya kita balik hotel, dan merah merah di badan YQ semakin banyak, tetapi tidak layaknya seperti cacar air (chicken pox) bentuk kemerahan dibagian muka sampe perut seperti pulau,dan tidak bengkak, sementara YQ uda ga mo makan apapun, dan minum susu atopun air, kita curiga lidahnya pun tumbuh sariawan, sehingga sakit kalo dimasukkin cairan ato makanan.
Kita balik kontrol dr, dia suru kita uji lab tenggorokan, dan hasilnya scarlet fever, dikasi obat antibiotik dan turun panas, besokkannya disuru dateng lagi. setelah itu karena kita pikir ini campak, jadi kita tunggu hari kedua baru ke dokter lagi, karena YQ tiap malem panasnya selalu naik turun antara 39-40 C.
Akhirnya kita balik ke dr ini, dia suru kita uji lab lagi yg hasilnya MRSA, kita disuru minum antibiotik yg sama, dan obat penurun panas, Dr nya bilang ntar kalo merah merahnya uda keluar semua, pasti deh panasnya turun,tapi dengan nada ngga meyakinkan.
Akhirnya hari ke 8 kita putuskan untuk ganti Dr, dokter specialis anak yg dulu sempet tangani YQ waktu abis lahir,begitu dokternnya tanya apa aja gejala yg dialami YQ dari hari pertama, dia langsung diem dan kasi print2an tentang penyakit Kawasaki. Kira kira seperti ini:
---------------------------------------------------------------------------------
Kawasaki disease is an illness that involves the skin, mouth, and lymph
nodes, and most often affects kids under age 5. The cause is unknown, but if the
symptoms are recognized early, kids with Kawasaki disease can fully recover
within a few days. Untreated, it can lead to serious complications that can
affect the
heart.
Kawasaki disease occurs in 19 out of every 100,000 kids in the United States.
It is most common among children of Japanese and Korean descent, but can affect
all ethnic groups.
Signs and Symptoms
Kawasaki disease can't be prevented, but usually has telltale symptoms and
signs that appear in phases.
The first phase, which can last for up to 2 weeks, usually involves a
persistent
fever higher than 104°F (39°C) and lasts for at least 5
days.
Other symptoms that typically develop include:
- severe redness in the eyes
- a rash on the stomach, chest, and genitals
- red, dry, cracked lips
- swollen tongue with a white coating and big red bumps
- sore, irritated throat
- swollen palms of the hands and soles of the feet with a purple-red
color
- swollen lymph nodes
During the second phase, which usually begins within 2 weeks of when the
fever started, the skin on the hands and feet may begin to peel in large pieces.
The child also may experience joint pain,
diarrhea,
vomiting, or
abdominal pain. If your child shows any of these symptoms, call your doctor.
Complications
Doctors can manage the symptoms of Kawasaki disease if they catch it early.
Symptoms often disappear within just 2 days of the start of treatment. If
Kawasaki disease is treated within 10 days of the onset of symptoms, heart
problems usually do not develop.
Cases that go untreated can lead to more serious complications, such as
vasculitis, an inflammation of the blood vessels. This can be
particularly dangerous because it can affect the coronary arteries, which supply
blood to the heart.
In addition to the coronary arteries, the heart muscle, lining, valves, and
the outer membrane that surrounds the heart can become inflamed.
Arrhythmias (changes in the normal pattern of the heartbeat) or
abnormal functioning of some heart valves also can occur.
If Kawasaki disease is suspected, the doctor may order tests to monitor heart
function (such as an echocardiogram) and might take blood and urine samples to
rule out other conditions, such as scarlet fever,
measles, Rocky Mountain
spotted fever, juvenile rheumatoid arthritis, or an allergic drug reaction.
-----------------------------------------------------------
Dokter bilang kemungkinan waktu yg dimiliki YQ uda ngga banyak, karena baru ketauan penyakitnya setelah hari ke 8, padahal biasanya hari ke 5 penyakit ini uda menyerang pembuluh darah jantung, dan paru paru. Dia sarankan segera dilakukan checkup menyeluruh, untuk jantung paru paru dll.
Waktu dokternya jelasin itu semua, aku uda serasa mo lumpuh dan ketakutan, sambil liat YQ yg lemes dan cuman bisa gumamin: mama..mama.. sambil kesakitan, karena memang seluruh badannya sakit, dan ga ada tenaga sama skali.
Stelah itu langsung proses check up, test jantung, usg dilakukan, sementara YQ langsung dikasi infus isinya obat IGIV khusus untuk penyakit Kawasaki. hari kedua, YQ uda terlihat mulai enakan, uda mo minum susu, dan selera makannya uda membaik, bahkan uda bisa duduk sendiri, dan ajak kita ngomong : blue, cars, white..
Saat dokter visit pada hari kedua,dia jelasin kalo sebenarnya YQ harus dikasi aspirin untuk membunuh kuman kawasaki ini, tetapi karena dari hasil lab, kedapatan kalo saat yg sama YQ ada parainfluenza jadi sangat tidak disarankan penggunaan aspirin ,karena akan merusak jaringan otak.
Akhirnya dokter swasta ini menganjurkan agar kita pindah ke Govenrment Hospital untuk pengobatan yg lebih intensif.
To be continued...